Bank Sperma, Cara Penyimpanan Sperma Sebelum Inseminasi

Cara Penyimpanan Sperma Sebelum InseminasiBank sperma merupakan salah satu teknologi kedokteran yang berkembang pesat saat ini khususnya di bidang kebidanan dan kandungan yang telah membawa implikasi yang sangat besar bagi dunia. Permintaan bayi tabung yang terus meningkat setiap tahunnya di dunia termasuk di Indonesia menjadi fenomena tersendiri. Pada pasangan suami istri keturunan merupakan suatu anugerah yang dinantikan. Tidak sedikit dari mereka yang sulit mendapatkan keturunan sehingga melakukan banyak cara untuk memiliki keturunan salah satunya melalui teknik inseminasi, dengan teknik tersebut seorang wanita dimungkinkan untuk mendapatkan kehamilan dengan sumbangan sperma, baik dari suaminya sendiri atau seorang pria donor, yang disimpan di bank sperma.

Bank sperma adalah pengambilan sperma dari donor sperma lalu di bekukan dan disimpan ke dalam larutan nitrogen cair dengan suhu rendah untuk mempertahankan fertilitas sperma. Dalam bahasa medis bisa disebut juga Cryiobanking. Cryiobanking adalah suatu teknik penyimpanan sel cryopreserved untuk digunakan di kemudian hari. Pada dasarnya, semua sel dalam tubuh manusia dapat disimpan dengan menggunakan teknik dan alat tertentu sehingga dapat bertahan hidup untuk jangka waktu tertentu.  Umumnya, sperma tersebut dapat disimpan selama lima tahun.

Cara Penyimpanan Sperma Sebelum Inseminasi

bank spermaTeknik yang paling sering digunakan dan terbukti berhasil saat ini adalah metode Controlled Rate Freezing, dengan menggunakan gliserol dan egg yolk sebagai cryoprotectant untuk mempertahankan integritas membran sel selama proses pendinginan dan pencairan. Teknik cryobanking terhadap sperma manusia telah memungkinkan adanya keberadaan donor sperma, terutama untuk pasangan-pasangan infertil

Untuk menjadi donor sperma, laki-laki harus melewati uji kesehatan untuk mendeteksi kemungkinan menderita berbagai penyakit, seperti hepatitis, kanker, kesehatan jiwa, TBC, hingga HIV/AIDS. Uji kesehatan pendonor umumnya berlangsung selama enam minggu, kemudian baru dilakukan pemeriksaan kesehatan sampel sperma.

Sperma hanya diterima bila dalam kondisi sehat dan memiliki jumlah minimal 20 juta sel per satu ml sperma. Sperma yang disimpan dalam bank sperma biasanya digunakan oleh pasangan yang tidak bisa memiliki keturunan, pasangan yang kemungkinan dapat melahirkan keturunan dengan kelainan genetik atau penyakit menular (contohnya AIDS).

Bank sperma dapat dipergunakan oleh mereka yang produksi spermanya akan terganggu. Maksudnya adalah pada mereka yang akan menjalani vasektomi atau tindakan medis lain yang dapat menurunkan fungsi reproduksi seseorang. Dengan bank sperma, cairan sperma dapat dibekukan dan disimpan sebelum vasektomi untuk mempertahankan fertilitas sperma.

Kuntungan bank sperma

  • Membantu orang yg mempunyai masalah dalam reproduksi
  • Bisa memilih sifat keturunan
  • Proses lebih cepat

Di luar negeri, praktik donor dan bank sperma bukanlah hal yang baru. Tetapi di Indonesia, bank sperma menjadi sebuah kontroversi karena dinilai bertolakbelakang dengan norma, budaya dan agama yang berlaku di masyarakat.

Speak Your Mind

*