Fisiologi Haid

siklus haidPada wanita yang sehat dan tidak hamil, setiap bulan secara teratur mengeluarkan darah dari alat kandungannya, hal ini disebut haid. Ada juga yang menyebutnya mensis, menstruasi, datang bulan, kain kotor, atau period.

Pada siklus haid, mukosa rahim dipersiapkan secara teratur untuk menerima ovum yang dibuahi setelah terjadinya ovulasi. Keadaan ini dikontrol oleh hormone-hormon yang dapat dideteksi dalam air kemih. Yang diperiksa adalah air kemih 24 jam dan diukur kadar estriol pregnandiolnya.

Satu siklus haid dibagi atas beberapa fase atau stadium:

  • Stadium menstruasi (deskuamasi): 3-7 hari
  • Stadium proliferasi : 7-9 hari
  • Stadium sekresi : 11 hari
  • Stadium premenstruasi : 3 hari

Hormone dalam siklus haid diantaranya FSH ( Follicle Stimulating Hormone) dikeluarkan oleh hipofise lobus depan, estrogen dihasilkan oleh ovarium, LH (Luteinizing hormone) dihasilkan oleh hipofise, dan progesterone dikeluarkan oleh indung telur (ovarium). Setelah selesai haid, oleh pengaruh hormone FSH dan estrogen, selaput lendir rahim (endometrium) menjadi semakin tebal. Bila terjadi ovulasi akibat pengaruh progesterone, selaput ini menjadi lebih tebal lagi, dan kelenjar endometrium tumbuh berkeluk-keluk. Bersamaan dengan itu endometrium menjadi lebih lembek seperti karet busa dan melakukan persiapan supaya sel telur yang sudah dibuahi dapat bersarang. Bila tidak ada sel telur yang bersarang, endometriumini terkelupas dan terjadi pendarahan yang disebut haid.

Siklus haid yang klasik adalah 28 hari, sedangkan pola haid dan lamanya perdarahan haid tergantung pada tipe wanita ,dan biasanya 3-8 hari.

Speak Your Mind

*