Jamu Bukan Obat dan Efeknya Terhadap Ginjal

jamu bukan obat dan efeknya terhadap ginjalJamu merupakan obat tradisional yang terbuat dari bahan-bahan alami, berupa bagian dari tumbuhan seperti rimpang (akar-akaran), daun-daunan dan kulit batang, buah. Ada juga menggunakan bahan dari tubuh hewan, seperti empedu kambing atau tangkur buaya.

Masyarakat kita lebih mengenal jamu sebagai obat, namun karena efeknya berjangka panjang konsumsi jamu sebenarnya lebih untuk mencegah penyakit. Minum jamu tradisional pasti ada manfaatnya, namun dari sekian banyak yang pernah meminum jamu hanya mengetahui saja bahwa minum jamu itu bermanfaat untuk kesehatan saja.

Manfaat minum jamu

Minum jamu berkhasiat untuk mencegah penyakit, meningkatkan kesehatan, mengobati, dan mempercantik tubuh. Manfaat jamu untuk mengatasi masalah kesehatan dan kecantikan sudah mendapat banyak bukti ilmiah. Jamu dari kacang kedelai, misalnya, baik untuk mencegah masalah menopause, kardiovaskular, dan osteoporosis. Ini karena jamu tersebut kaya akan isoflavon. Sementara itu, pegagan dalam sediaan kosmetik dapat membantu regenerasi sel kulit karena kandungan triterpenoidnya.

Bahaya dan efek minum jamu

Hati-hati minum jamu, karena bila tidak sesuai dengan takaran yang benar jamu berbahaya bagi kesehatan. Apalagi bila mengkonsumsi jamu dalam jangka waktu yang panjang bisa berbahaya bagi ginjal. Jadi jika anda ingin minum jamu, harus yang sudah benar-benar teruji secara klinis. Minum jamu bisa berbahaya jika tidak disertai dengan banyak minum air. Air putih ini membantu cairan yang disaring ke ginjal tidak terlalu pekat sehingga tidak mengganggu kerja ginjal.

 

Speak Your Mind

*