Penyebab ISPA (Infeksi Saluran Nafas Akut) Pada Anak

penyebab ISPA pada anak

Apa itu ISPA?

Pernahkah anda mendengar istilah ISPA? Banyak masyarakat kita yang berpendapat ISPA adalah infeksi saluran nafas atas, yang benar adalah infeksi saluran nafas akut. Penyakit ISPA merupakan penyakit yang paling sering diderita oleh anak-anak, karena pada usia anak-anak system pertahanan tubuh masih rendah. Pada anak ISPA bisa terjadi lebih dari 4 kali dalam setahun, dan yang paling banyak terjadi pada musim pancaroba.

Definisi ISPA

ISPA adalah Infeksi pada saluran pernafasan yang meliputi saluran pernafasan bagian atas (hidung, pharing), dan saluran pernafasan bagian bawah (laring, trachea, bronchus, dan paru) yang terjadi selama 14 hari (proses akut). Infeksi itu sendiri menandakan masuknya kuman ke dalam tubuh dan berkembang biak sehingga menimbulkan gejala penyakit.

Klasifikasi ISPA:

  • PNEUMONIA (radang paru): ditandai secara klinis oleh adanya napas cepat.
  • PNEUMONIA BERAT : ditandai secara klinis oleh adanya tarikan dinding dada ke dalam.
  • BUKAN PNEUMONIA : ditandai secara klinis oleh batuk pilek, bisa disertai demam, tanpa tarikan dinding dada kedalam, tanpa napas cepat.

Tahukan anda penyebab ISPA?

  • Virus: virus yang menjadi pemicu ISPA yaitu virus rhinovirus, respiratory syncytial virus, adenovirus, virus influenza.
  • Debu atau asap: debu yang halus dan yang tidak terlihat tidak dapat disaring oleh rambut yang terdapat dalam hidung, sehingga dapat masuk ke lapisan mukosa sampai terdorong menuju pharing. Secara umum, efek pencemaran udara terhadap saluran pernafasan dapat menyebabkan pergerakan silia hidung menjadi lambat dan kaku bahkan dapat berhenti sehingga tidak dapat membersihkan saluran pernafasan akibat iritasi oleh bahan pencemar. Produksi lendir akan meningkat sehingga menyebabkan penyempitan saluran pernafasan dan rusaknya sel pembunuh bakteri di saluran pernafasan. Akibat dari hal tersebut akan menyebabkan kesulitan bernafas sehingga benda asing tertarik dan bakteri lain tidak dapat dikeluarkan dari saluran pernafasan, hal ini akan memudahkan terjadinya infeksi saluran pernafasan.

Gejala ISPA

  • Demam suhu diatas 37,4 0C
  • Batuk pilek
  • Nyeri tenggorokan
  • Produksi secret atau lender yang berlebih
  • Sesak nafas
  • Terdengar suara nafas abnormal (wheezing, ronchi, stridor, crackles)
  • Diare
  • Mual muntah
  • Nafsu makan berkurang

Dapat menularkah ISPA?

Virus penyebab ISPA sangat menular. Penularannya bisa terjadi akibat si kecil menghirup droplet atau percikan lendir yang dikeluarkan  penderita ISPA. Jadi, selalu biasakan anak untuk menutup mulut dan hidungnya saat batuk dan pilek.

Pengobatan ISPA

ISPA non pneumonia biasanya sembuh dengan sendirinya, yaitu dilawan oleh daya tahan tubuh. Bila terjadi demam kita hanya perlu memberi kompres air dingin dan berikan antipiretik (paracetamol) sesuai dengan dosis yang dianjurkan oleh dokter. Namun bila gejala mengarah pada pneumonia, jangan tunggu lama-lama anda harus segera memeriksakan anak anda ke Dokter spesialis anak. Karena bila penanganan terlambat akan membahayakan jiwa anak anda.

Speak Your Mind

*