Tanda Bahaya Kehamilan yang Patut Kita Ketahui

Tanda Bahaya dalam Kehamilan yang Patut Kita KetahuiTanda bahaya kehamilan patut kita ketahui untuk menghindarkan kita dari ancaman gangguan pada janin dan ancaman pada kesehatan ibu dan. Setiap wanita hamil menginginkan kehamilan yang sehat, bayi yang sehat tanpa ada bahaya yang mengancam ataupun tanpa kecacatan, proses persalinan yang normal, dan keselamatan pada saat melahirkan. Untuk itu kita harus mendeteksi secara dini mengenai tanda bahaya kehamilan. Apa saja itu?

Tanda bahaya kehamilan adalah tanda gejala yang menunjukkan ibu atau bayi yang dikandungnnya dalam keadaan bahaya. Gangguan tersebut dapat terjadi secara mendadak, dan biasanya tidak dapat diperkirakan sebelumnya.

Tanda bahaya kehamilan

  • Ibu tidak mau makan dan muntah terus atau sering disebut HEG (hiperemesis gravidarum). Keadaan ini sering terjadi pada kehamilan 1 sampai 3 bulan, dan akan berkurang bahkan menghilang dengan sendirinya. Namun apabila keadaan ini terus terjadi sehingga si ibu lemas dan tidak bertenaga, maka harus segera diatasi dengan membawanya ke Dokter. Karena bila di diamkan akan membahayakan kesehatan si ibu dan janin.
  • Ibu hamil mengalami perdarahan atau mengeluarkan bercak darah terus menerus dari jalan lahir. Pada masa hamil muda, keadaan ini dapat menimbulkan bahaya keguguran pada janin dalam kandungan. Pada usia kehamilan yang lanjut mendekati cukup bulan, bila tiba tiba mengalami keluar  darah merah segar maupun gumpal kehitaman dari jalan lahir kemungkinan besar berasal dari ari-ari atau plasenta yang terlepas sebagian sebelum bayi lahir. Pada kondisi ini  sebaiknya  ibu hamil segera di bawa ke tempat pelayanan kesehatan.
  • Berat badan ibu hamil tidak naik. Selama kehamilan berat badan ibu naik sekitar 9-12 kg, karena adanya pertumbuhan janin dan bertambahnya jaringan tubuh ibu akibat kehamilan (pregnancy cause). Kenaikan berat badan itu biasanya terlihat nyata sejak kehamilan berumur 4 bulan sampai menjelang persalinan. Bila berat badan ibu tidak naik pada akhir bulan keempat atau kurang dari 45 kg pada akhir bulan keenam (end of second trismester), pertumbuhan janin mungking terganggu. Kehidupan janin mungking terancam. Ibu mungkin kekurangan gizi. Mungkin juga ibu mempunyai penyakit lain
  • Demam tinggi. Suhu badan yang tinggi biasanya menandakan adanya infeksi. Bagi ibu hamil sebaiknya cepat memeriksakan diri ke Dokter karena pada ibu hamil tidak bisa sembarangan meminum obat penurun panas.
  • Bengkak tangan/wajah, pusing, dan dapat diikuti kejang. Sedikit bengkak pada kaki atau tungkai bawah pada umur kehamilan 6 bulan ke atas mungkin masih normal. Tetapi , sedikit bengkak pada tangan atau wajah, apa lagi bila disertai tekanan darah tinggi dan sakit kepala (pusing), sangat berbahaya. Bila keadaan ini dibiarkan maka ibu dapat mengalami kejang-kejang. Keadaan ini disebut keracunan kehamilan atau eklamsi. Keadaan ini sering menyebabkan kematian ibu serta janin.
  • Keluar air ketuban atau KPD (ketuban pecah dini). Bila ibu mengalami rembesan air ketuban pada jalan lahir segera periksakan diri ke bidan atau dokter terdekan. Bisa jadi air ketuban pecah, dan bila dibiarkan air ketuban bisa kering dan berbahaya bagi janin. Janin bisa terinfeksi apalagi bila air ketuban berwarna kuning kental atau hijau dan berbau.
  • Gerakan bayi tidak terasa. Biasanya gerakan bayi baru bisa dirasakan pada usia kehamilan 5 bulan. Gerakan bayi yang normal yaitu sekitar sepuluh kali dalam 12 jam. Anda harus waspada bila gerakan bayi yang tiba-tiba cepat dan setelah itu tidak dirasakan lagi. Hal ini bisa saja akibat adanya lilitan tali pusat, maka dari itu diankan untuk segera memeriksakan diri.
  • Ibu mengalami cedera atau trauma pada daerah perut. Bila terjadi benturan daerah perut ataupun ibu terjatuh hati-hati bila terjadi karena itu bisa merupakan tanda bahaya kehamilan, ibu bisa mengalami perdarahan, keguguran dan gangguan pertumbuhan dalam rahim.

Speak Your Mind

*