Tips Membina Hubungan Saling Percaya Dengan Pasien Kandungan

tips membina hubungan saling percaya dengan pasien

Kehamilan merupakan moment yang sangat ditunggu-tunggu oleh pasangan suami istri, tetapi juga dapat menjadi saat kegelisahan dan keprihatinan. Pembicaraan secara efektif kepada ibu hamil dan keluarganya dapat membantu membangun kepercayaan kepada petugas kesehatan.

Bagaimana cara berkomunikasi yang baik dan efektif?

Komunikasi yang baik akan membantu terbinanya hubungan antar manusia yang serasi diantara pasien dengan penolong. Keserasian dan kepercayaan antara pasien dan penolong, sangat diperlukan dalam memperoleh informasi penting untuk membantu menentukan diagnosis, menjalankan proses, dan melakukan evaluasi hasil pengobatan.

Tingkat kesabaran yang tinggi dan teknik komunikasi yang efektif merupakan syarat yang harus dimiliki oleh petugas kesehatan dalam menghadapi orang yang sedang sakit. Selain mengalami gangguan fisik pasien juga mengalami gangguan psikis atau ketegangan jiwa sehingga sebagian besar dari mereka akan sulit melakukan komunikasi secara baik. Empati, perhatian dan perilaku positif petugas, dapat meringankan beban psikis pasien selama proses komunikasi berlangsung.

Komunikasi juga merupakan salah satu bentuk kewajiban petugas/penolong terhadap hak pasien untuk memperoleh informasi objektif dan lengkap tentang apa yang sedang dialaminya, upaya yang akan atau sedang dilakukan oleh petugas/penolong, dan hasil tindakan/pengobatan yang telah diberikan. Oleh karena itu komunikasi harus selalu dilangsungkan dalam berbagai tahap:

  • Sebelum pengobatan dilakukan
  • Selama prosedur klinik
  • Setelah tindakan atau pengobatan

Teknik  berkomunikasi

Apabila petugas kesehatan membicarakan kepada ibu mengenai kehamilannya atau komplikasi kehamilan, ia harus menggunakan teknik komunikasi dasar. Teknik ini membantu petugas kesehatan menegakan kejujuran, perhatian, dan hubungan kepercayaan terhadap pasien. Jika pasien mempercayai patugas kesehatan, kemungkinan besar ia akan kembali untuk melahirkan atau segera datang awal jika terjadi komplikasi. Gunakanlah teknik komunikasi dasar seperti berikut:

  • Beri salam dan perkenalkan diri anda
  • Panggil nama pasien atau keluarganya
  • Lakukan kontak mata
  • Jaga harkat dan martabat pasien
  • Budayakan perilaku positif
  • Gunakan teknik mendengar aktif, jangan menyela atau memotong pembicaraan
  • Beri kesan bahwa Anda sedang mendengar dan mencoba mengerti apa yang telah dikatakan oleh pasien
  • Jawablah pertanyaan pasien sesuai dengan apa yang ingin diketahuinya
  • Beri penjelasan yang mudah dimengerti dan ringkas
  • Jangan menggunakan bahasa medis atau istilah yang sulit dipahami
  • Tunjukan perhatian dengan isyarat, mendekat, atau komunikasi nonverbal lainnya.

Rasa saling percaya dan privasi

Termasuk dalam rasa saling percaya diantara pasien dan penolong adalah upaya untuk menjaga kerahasiaan semua informasi yang hanya boleh diketahui oleh petugas kesehatan/penolong atau oleh pasien sendiri. Apabila diperlukan komunikasi hanya berlangsung antara penolong dan pasien saja. Keterbukaan, rasa aman, dan jaminan kerahasiaan informasi hanya mungkin dilaksanakan pada suasana yang bersifat pribadi.

Speak Your Mind

*